Thursday, 8 November 2012
Tuesday, 25 September 2012
Mendikbud: Leluhur Kita Lampaui Batas Struktur Keilmuan
BADUNG, BALI, KOMPAS.com--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, "Para leluhur kita telah melampaui batas-batas struktur keilmuan dalam mewarisi sistem irigasi pertanian Subak".Wednesday, 11 April 2012
Pengkaderan Berbasis Jamaah Sebagai Konsep Ideal Pengkaderan Semarang
Oleh Immawan Hadi S
IMM merupakan organisasi yang berbasis kaderisasi. Pengkaderan bagi IMM adalah hal yang vital dan strategis karena masadepan ikatan ditentukan oleh proses pengkaderan hari ini. Kokoh atau lemahnya ikatan ini bergantung pada bagaimana cara pengelolaan SDM kader-kader yang ada di dalamnya. Agar pengkaderan berjalan ideal perlu adanya regulasi mendasar yang berkesinambungan yang akan membuat corak/kultur pengkaderan disemarang.
Masing-masing daerah memiliki corak/kultur ber-IMM yang berbeda-beda. Di
Akhir-akhir ini bermunculan gagasan baru dalam pembenahan pengkaderan di
Pengkaderan berbasis jamaah sendiri kiranya diharapkan dapat mengeksplorasi dan memberikan pengembangan wawasan religius, intelektual dan humanis kader, sehingga akan membentuk kader-kader yang memiliki kekuatan ideologis, kritis dan terbuka dengan perkembangan zaman. Kiranya tidak berlebihan kita berharap kader
Sekretaris PC IMM Kota Semarang
BBM dan Isu yang Tenggelam
Beberapa minggu yang lalu seluruh eleman masyarakat, mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat berkumpul dan melakukan demonstrasi besar-besaran di gedung pusat pemerintahan. Media massa baik koran, televisi, maupun bulletin hingga jejaring sosial dari facebook hingga twitter seluruhnya ramai oleh wacana kenaikan BBM. Debat panjangpun terjadi dari pihak yang pro dengan yang kontra. Di gedung yang konon katanya gedung perwakilan rakyat, terjadi pula adu argumentasi sebelum mencapai kata sepakat untuk kenaikan harga BBM. Setelah sidang yang bertele-tele dilakukan oleh DPR dengan adu vocal dari para juru bicara Partai yang mengatakan “demi untuk kepentingan rakyat”, “suara partai adalah suara rakyat” yang akhirnya berujung pada kalimat multi interpretasi UU APBN 2012 Pasal 7 ayat 6A yang intinya : “Harga BBM di dalam negeri Indonesia harus mengikuti harga pasar bebas, tapi ditunda 6 bulan kedepan”. Beda kata-kata dengan kalimat legal yang telah tertulis.
Rupanya ada sebuah skenario yang begitu menarik untuk kita gagas setelah BBM ditunda naik. Benarkah sudah saatnya BBM untuk dinaikkan? Bukankah bila negara-negara Asia mau membeli minyak di Iran akan diberi diskon 10-15% dari harga pasaran? Bukankah harga minyak dunia juga berangsur-angsur menurun karena Perancis dan Amerika Serikat mau membuka cadangan minyak mereka?
Bukan barang baru lagi dalam dunia politik bila harus bermain kucing-kucingan. Ada begitu banyak mega kasus di Indonesia ini seperti Antashari, Susno, Anas dengan Hambalangnya, Nazaruddin dengan wisma Atlitnya, Gayus, Century, dan masih banyak lagi isu-isu yang sangat - sangat merugikan Negara. Semoga energi seluruh elemem bangsa tidak terkuras untuk isu kenaikan BBM kemarin dan masih mampu mengawal isu-isu yang tenggelam akibat wacana kenaikan BBM tersebut.
ANTONIMI
Oleh Immawati Dyah Prabaningrum
Dalam semantik (ilmu yang mempelajari tentang makna) hubungan “kakak-adik” adalah antonimi relasional. Ya! Berlawanan namun tetap berhubungan. Dalam sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak; kakak-adik tercakup di dalam satu kata “anak.” Seiring dengan perkembangan bahasa, kata “kakak-adik” mengalami perluasan makna, tak lagi bersifat relasi dengan pertautan darah yang kental akan tetapi relasi dalam ikatan emosional pun memungkin seseorang memiliki naluri sebagai kakak maupun sebagai adik bagi satu orang dengan yang lainnya. Antonimi relasional! Kata itu mengingatkan kita pada suatu kewajaran bila dalam kelanjutannya banyak cerita yang menunjukkan pertengkaran antara kakak dan adik. Dalam keluarga, jelas hubungan relasional kakak dan adik yang terbentuk, namun bagaimana dalam ikatan kekeluargaan yang tak ada hubungan genetik, misalnya organisasi? Kakak biasanya adalah analogi dari seseorang yang mengikuti sebuah organisasi lebih awal dari yang diadikkan. Kakak dalam sebuah organisasi biasanya memainkan peran yang penting dalam pembentukan karakter, kemantapan, dan keyakinan sang adik atas visi dan misi yang di usung dalam organisasi. Sedangkan si adik biasanya menaruh minat yang besar untuk belajar dan mengikuti si kakak. Akan tetapi pada kenyataannya beberapa adik tidak sepenuhnya “menurut” si kakak dikarenakan beberapa hal: antara keyakinan yang ingin disematkan si kakak dengan keyakinan yang tertanam dalam diri si adik berbeda, rasionalitas yang kurang mewadahi dalam pembentukan karakter yang diinginkan organisasi, dan lain-lain. Si kakak dan si adik selanjutnya saya sebut kader. Di IMM sendiri, dalam penyelarasan visi-misi beserta tri kompetensi dasar yang akan diemban kader, kader dinaungi kebebasan dalam menafsirkan pada setiap segmen diskusi. Dalam diskusi-diskusi tersebutlah akan terlihat bagaimana gejolak pemikiran, emosi, dan penangkalan atas ketidaksetujuan dari wacana yang dilempar. Kadang si adik meski dengan keterbatasan kemampuan pemikiran tetap ngotot pada apa yang dianggap benar. Sebuah pemikiran pun akan berimbas pada aplikasi perbuatan, akibatnya kadang apa yang diperbuatnya melenceng dari apa yang diharapkan organisasi. Sebagai kakak akan lebih bijak bila tidak terburu menilai negatif, mungkin beberapa referensi akan membantu dalam berlatih kesabaran bersama.
Kisah R. Ng. Ranggawarsita, pujangga yang meramalkan”zaman edan” dimana karya sastranya melampai zamannya. Dulu ia seorang yang nakal, hingga masa kecilnya ia harus dipondhokkan di Kyai Kasan Besari. Di sana ia suka menjahili santri-santri yang lain hingga harus dipulangkan. Sunan Kali Jaga, ia dulu juga seorang perampok sebelum bertemu Sunan Bonang yang pada akhirnya menjadi Sunan yang cerdas yang mampu membuat agama Islam diminati penduduk pribumi. Di daerah Kudus juga ada Syeh Jangkung yang mengisi “padasan” untuk wudhu dengan kranjang yang dipakai untuk mengisi bak mandi karena tidak kebagian “timba.” Dan dibelahan bumi lain juga ada Tomas Alfa Edison yang konon katanya nakal, tapi siapa yang tak tahu dia sekarang? Penemu bolam lampu untuk yang pertama kalinya.
Hmm..setiap hal memang mengandung antonimi sendiri-sendiri. Mungkin ada kebaikan dikesalahan laku. Akan tetapi, terkadang bukankah kesalahan yang mempertegas kebenaran? Atau kesalahan hanya ekspresi kemampuan daya nalar saja? Barsabar! Mungkin itu kata yang tepat untuk menanti jawab. Billahi fi sabililhaq fastabiqul khairat.